Cerita Seks Nikmatnya di Perkosa


Cerita Seks Dewasa – Orang lebih mengenalku sebagai Tamara, aqu memiliki kulit putih mulus. meski tak terlalu tinggi bahkan sedikit mungil (152 cm), tetapi badan aqu sangat Sexy dgn dua buah dada berukuran 34C yg sedikit kebesaran dibandingkan ukuran badan aqu! Sampai saat ini sebenarnya aqu sedikit bingung bagaimana memulai cerita kisah dewasa pemerkosaan ini. Tetapi perlu pembaca semua ketahui bahwa yg aqu ceritakan ini benar-benar terjadi pada diri aqu!kisah sex nyata gitu bro! Saat ini aqu berusia 24 tahun dan telah menikah. Aqu sampai saat ini masih kuliah di sebuah perguruan tinggi di Depok Semester lima. Aqu menikah dgn suami aqu Bang Japrak yg lebih tua 8 tahun dari aqu kerana dijodohkan oleh orangtua aqu pada saat aqu masih berusia 20 tahun dan baru saja masuk kuliah. Tetapi aqu sangat mencintai suami aqu ini. Begitu pula suami aqu yg sangat sangat mencintai aqu .

Karena aqu dilahirkan dari keluarga yg taat agama, maka aqu pun seorang yg tertib agama.Setelah pernikahan menginjak usia 1 tahun, suami aqu oleh perusahaan ditugasi untuk bekerja di pabrik di daerah bogor. Sebagai fasilitas, kita diberikan sebuah rumah sederhana di komplek perusahaan. Sebagai seorang istri yg taat, aqu menurutinya pindah ke tempat itu. Komplek tempat tinggal aqu ternyata masih kosong, bahkan di blok tempat aqu tinggal, baru ada rumah kita dan sebuah rumah lagi yg dihuni, itu pun seikit jauh letaknya dari rumah kita.

Karena rumah kita masih sangat asli kita belom memiliki dapur, sehingga apabila kita mau memasak aqu harus memasak di halaman belakang yg terbuka, ciri khas rumah sederhana. Akhirnya suami memutuskan untuk membangun dapur dan ruang makan di sisa tanah yg tersisa, kebetulan ada seorang tukang bangunan yg menawarkan jasanya. Kerana kita tak merasa memiliki barang berharga, kita mempercayai mereka mengerjakan dapur tersebut tanpa harus kita tunggui, suami tetap berangkat ke kantor sedangkan aqu tetap kuliah.
Sampai suatu hari, aqu sedang libur dan suami aqu tetap ke kantor. Pagi itu setelah mengantar Bang Japrak sampai ke depan gerbang, aqu pun masuk ke rumah. Sebenarnya perasaan aqu sedikit tak enak di rumah sendirian kerana lingkungan kita yg sepi. Sampai beberapa saat kemudian Om Wiryo dan dua orang kawannya datang untuk meneruskan kerjanya. Dia terlihat seikit terkejut melihat aqu ada di rumah, kerana aqu tak bilang sebelomnya bahwa aqu libur.

“Eh, kok Buk Tamara endak berangkat kuliah..?”
“Iya nih Om Wiryo, lagi libur..” jawab aqu sembari membukakan pintu rumah.
“Kalo gitu aqu mau nerusin kerja di belakang Neng..” katanya.
“Oh, silahkan..!” kata aqu.

Tak lama kemudian mereka masuk ke belakang, dan aqu mengambil sebuah majalah untuk membaca di kamar tidur aqu. Tetapi ketika baru saja aqu mau menuju tempat tidur, aqu lihat melalui jendela kamar Om Wiryo sedang mengganti pakaiannya dgn pakaian kotor yg biasa dikenakan saat bekerja. Dan alangkah terkejutnya aqu menyaksikan bagaimana Om Wiryo tak menggunakan pakaian dalem.
Sehingga aqu dapat melihat dgn jelas otot badannya yg bagus dan yg paling penting kemaluannya yg sangat besar apabila dibandingkan milik suami aqu.

Aqu seketika terkesima sampai tak sadar kalo Om Wiryo juga memandang aqu.
“Eh, ada apa buk..?” katanya sembari menatap ke arah aqu yg masih dalem keadaan telanjang dan aqu lihat kemaluan itu mengacung ke atas sehing terlihat lebih besar lagi. Aqu terkejut dan malu sehingga cepat-cepat menutup jendela sembari nafas jadi terengah-engah. Seketika diri aqu diliputi perasaan aneh, belom pernah aqu melihat laki-laki telanjang sebelomnya selain suami, bahkan apabila sedang berhubungan sex dgn suami aqu, suami masih menutupi badan kita dgn selimut, sehingga tak terlihat seluruhnya badan kita.

Aqu mencoba mengalihkan persaan aqu dgn membaca, tetapi tetap saja tak bisa hilang. Akhirnya aqu putuskan untuk mandi dgn air dingin. Cepat-cepat aqu masuk ke kamar mandi dan mandi. Setelah selesai, aqu baru sadar aqu tak membawa handuk kerana tadi terburu-buru, sedangkan pakaian yg aqu kenakan telah aqu basahi dan penuh sabun kerana aqu rendam. Aqu bingung, tetapi akhirnya aqu putuskan untuk berlari saja ke kamar tidur, toh jaraknya dekat dan para tukang bangunan ada di halaman belakang dan pintunya tertutup. Aqu yakin mereka tak akan melihat, dan aqu pun mulai berlari ke arah kamar aqu yg pintunya terbuka….Baca selengkapnya disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s